Pengertian Lingkungan Hidup
Pengertian
lingkungan hidup menurut Salim (1976), secara umum lingkungan hidup diartikan
sebagai segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan
yang kita tempat dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
Batas ruang lingkungan menurut pengertian ini bisa sangat luas, namun untuk
praktisnya dibatasi ruang lingkungan dengan faktor-faktor yang dapat dijangkau
oleh manusia seperti faktor politik, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor alam
dan lain-lain.
Apa itu kerusakan
lingkungan?
Kerusakan lingkungan
adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya
air,
udara,
dan tanah;
kerusakan ekosistem
dan punahnya
fauna liar.
Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi
diperingatkan oleh High Level Threat
Panel dari PBB.
The World Resources
Institute (WRI), UNEP
(United Nations Environment Programme), UNDP
(United Nations Development Programme), dan Bank Dunia
telah melaporkan tentang pentingnya lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan manusia,
pada tanggal 1 Mei 1998.
Kerusakan
lngkungan terdiri dari berbagai tipe. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber
daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. Environmental
Change and Human Health, bagian khusus dari laporan World Resources 1998-99
menjelaskan bahwa penyakit
yang dapat dicegah dan kematian dini
masih terdapat pada jumlah yang sangat tinggi. Jika perubahan besar dilakukan
demi kesehatan manusia, jutaan warga dunia akan hidup lebih lama. Di negara
termiskin, satu dari lima anak tidak bisa bertahan hidup hingga usia lima
tahun, terutama disebabkan oleh penyakit yang hadir karena keadaan lingkungan
yang tidak baik. Sebelas juta anak-anak meninggal setiap tahunnya, terutama
disebabkan oleh malaria,
diare,
dan penyakit pernapasan
akut, penyakit yang sesungguhnya sangat
mungkin untuk dicegah.
Faktor
Kerusakan Lingkungan
Ada 2 faktor yang menyebabkan
terjadinya kerusakan lingkungan yaitu:
1.
Faktor alam
Jumlah
bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menyebabkan kerusakan lingkungan. Ini
bisa menjadi bencana alam banjir, tanah longsor, tsunami, tornado, badai,
letusan gunung berapi, gempa bumi atau. Selain berbahaya bagi manusia dan
makhluk lainnya, bencana ini akan menciptakan kerusakan lingkungan.
Kerusakan lingkungan akibat proses alam adalah kerusakan terhadap
lingkungan hidup yang disebabkan oleh faktor alam. Kerusakan ini terjadi secara
alami tanpa campur tangan atau peranan manusia. Meskipun terkadang manusia pun
bisa menjadi pemicu awal terjadi proses kerusakan lingkungan secara tidak
langsung.
Kerusakan lingkungan
hidup oleh faktor alam
disebabkan terjadinya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat
sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa
tersebut terjadi di luar pengaruh aktifitas manusia sehingga manusia tidak
mampu mencegah terjadinya.
Beberapa peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan
lingkungan, antara lain letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor,
banjir, badai dan angin topan, kemarau panjang (kekeringan), dan tsunami.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Gunung Meletus
Gunung
meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari perut bumi yang didorong
oleh gas bertekanan tinggi yang terjadi pada gunung-gunung berapi. Hasil letusan gunung berapi antara lain lava, lahar, gas
vulkanik, hujan abu, dan awan panas yang dapat mempengaruhi lingkungan di
sekitarnya. Bentuk kerusakan lingkungan yang dapat diakibatkan oleh meletusnya
gunung berapi antara lain :
- Material padat yang dilemparkan oleh gunung api berupa batuan, kerikil, dan pasir yang dapat merusak, menimpa, bahkan menimbun lahan pertanian, hutan, perkebunan, hingga pemukiman penduduk dan sumber air bersih.
- Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan gunung berapi menyebabkan gangguan pernafasan, mempengaruhi jarak pandang dan intensitas cahaya matahari, menutup dan merusak tanaman pertanian, mengganggu aktifitas transportasi, dan sebagainya sebagainya, sehingga akan mengurangi produksi dan aktivitas manusia.
- Lava panas (pijar) yang meleleh merusak daerah yang dilaluinya, baik berupa hutan, perkebunan, lahan pertanian hingga pemukiman penduduk.
- Awan panas dengan berbagai material yang dibawanya, bergerak dalam kecepatan tinggi dan suhu yang mencapai ratusan derajat dapat menghanguskan wilayah yang diterjangnya termasuk menewaskan manusia dan makhluk hidup lainnya.
- Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai, atau menyebabkan terjadinya banjir bandang saat musim penghujan.
- Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan manusia, hewan, dan tumbuhan di sekitarnya.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Gempa Bumi
Gempa bumi adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan
bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam secara
tiba-tiba. Gempa bumi mengakibatkan kerusakan lingkungan berupa :
- Kerusakan bangunan.
- Tanah longsor.
- Perubahan struktur tanah dan batuan
- Degradasi lahan dan kerusakan bentang lahan
- Pencemaran udara
- Krisis air bersih
- Tsunami (gempa bumi di laut)
- Jatuhnya korban baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Tanah Longsor
Tanah longsor adalah peristiwa geologi yang diakibatkan
oleh pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti
jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor dapat diakibatkan
oleh erosi karena gerusan air pada kaki lereng yang curam, melemahnya lereng
dari bebatuan dan tanah akibat saturasi yang diakibatkan hujan lebat, getaran
dari gempa bumi, gunung meletus, maupun mesin dan lalu lintas kendaraan, serta
dipicu oleh minimnya pepohonan pada tebing-tebing curam.
Tanah longsor mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti
kerusakan bangunan, kerusakan lahan pertanian dan perkebunan, memutus jalur
transportasi, krisis air bersih hingga jatuhnya korban.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Banjir
Banjir
adalah peristiwa terendamnya daratan oleh air yang berlebihan. Banjir
mengakibatkan kerusakan mulai dari kerusakan fisik, terkontaminasinya air
bersih, membunuh tumbuhan yang tidak tahan air dan hewan, pencemaran
lingkungan, penyebaran penyakit, hingga bencana susulan seperti longsor serta
jatuhnya korban.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Badai dan Angin Topan
Badai, angin topan, angin puting beliung, angin ribut, dan
sejenisnya adalah bencana alam yang disebabkan oleh pergerakan udara yang
sangat kencang yang dipicu perbedaan tekanan udara. Bencana ini mengakibatkan
kerusakan lingkungan diantaranya robohnya (rusaknya) bangunan dan pepohonan,
rusaknya area pertanian dan perkebunan, dan tingginya ombak di laut.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Tsunami
Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh
perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Tsunami dapat
diakibatkan oleh gempa bumi yang terjadi di laut, letusan gunung berapi bawah
laut, ataupun longsor di dasar laut. Tsunami meninggalkan kerusakan lingkungan
di dalam laut maupun di sekitar pantai. Kerusakan-kekrusakan tersebut
diantaranya adalah rusaknya terumbu karang dan lamun, kerusakan fisik di sekitar pantai, serta
jatuhnya korban manusia.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Kekeringan
Kekeringan adalah kurangnya pasokan air pada suatu lokasi
yang berlangsung berkepanjangan dan umumnya terjadi pada musim kemarau.
Kekeringan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan berupa kerusakan lahan
pertanian dan perkebunan, menurunnya kualitas tanah, hingga matinya organisme.
Bencana-bencana alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan sebagaimana tersebut
di atas, beberapa diantaranya murni karena proses alam. Sehingga terjadinya
mutlak dipengaruhi faktor alam tanpa campur tangan manusia. Namun pada beberapa
peristiwa alam, sering kali, secara tidak langsung terkait juga dengan
aktifitas yang dilakukan manusia. Sebagai contoh bencana banjir dan tanah
longsor yang kerap kali menjadi imbas dari aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
Pun pada bencana alam kekeringan yang bisa dipicu aktifitas manusia yang
menyebabkan kurangnya air yang terserap sebagai cadangan air di dalam tanah.
2.
Faktor buatan
Manusia
sebagai makhluk yang cerdas dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan
makhluk lain akan terus berkembang dari gaya hidup yang sederhana menuju
kehidupan modern. Dengan perkembangan kehidupan, tentu saja, perlu juga untuk
sangat berkembang, termasuk eksploitasi sumber daya alam perlu berlebihan.
Kerusakan
lingkungan karena faktor manusia dapat mencakup keberadaan penebangan ilegal
menyebabkan banjir atau tanah longsor, dan pembuangan sampah di tempat terutama
aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar